Jual IPAL Hotel & Resort Fiberglass
IPAL untuk hotel dan resort yang menangani tiga aliran limbah berbeda sekaligus: kamar, dapur, dan laundry.
Harga mulai Rp 100 juta untuk kapasitas 20–50 m³/hari (indikatif). Lihat tabel harga IPAL

Ringkasan
TentangIPAL Hotel
Cocok digunakan untuk
- Hotel bintang 3 sampai 5
- Resort dan villa dengan restoran
- Apartemen layanan dan kondotel
Spesifikasi
- Material
- FRP / GRP (Fiberglass Reinforced Plastic)
- Teknologi
- Biofilter anaerob–aerob, opsi grease trap dan klorinasi
- Basis perhitungan
- Jumlah kamar, tingkat hunian, dan fasilitas penunjang
- Unit pendukung
- Grease trap dapur, bak ekualisasi laundry, filter, klorinasi
- Pertimbangan khusus
- Rendah bau dan rendah kebisingan karena berdekatan dengan area tamu
- Sertifikasi
- ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, TKDN, SNI
Regulasi
Kapan Hotel Wajib Punya IPAL?
Hotel menghasilkan limbah domestik dalam jumlah besar dan dinilai oleh dua pihak sekaligus: regulator dan tamu. IPAL yang bermasalah biasanya ketahuan lewat bau, bukan lewat uji laboratorium.
Baku mutu air limbah domestik
Permen LHK P.68/2016 mengatur baku mutu air limbah domestik, termasuk dari usaha perhotelan. Efluen diuji berkala sesuai ketentuan izin.
Persetujuan teknis dan SLO
PP No. 22 Tahun 2021 mewajibkan kegiatan yang membuang air limbah ke lingkungan memiliki persetujuan teknis (pertek) dan Surat Kelayakan Operasional (SLO). Desain IPAL menjadi lampiran utama pengajuannya.
Kawasan wisata dan pesisir
Hotel dan resort di kawasan wisata atau pesisir sering berada di dekat badan air yang sensitif, sehingga pengelola kawasan atau pemda dapat menetapkan syarat buangan yang lebih ketat.
Pengalaman tamu
Bau dari IPAL yang kelebihan beban di musim ramai langsung berdampak pada ulasan tamu. Desain harus memperhitungkan hunian puncak, bukan rata-rata.
Kapasitas
Cara Menghitung KapasitasIPAL Hotel
Hotel dihitung dari hunian dan fasilitas penunjang. Dapur, laundry, dan kolam renang bisa menyumbang debit yang sama besar dengan kamar.
- Ambil pemakaian air bersih dari meteran selama musim ramai, bukan rata-rata setahun.
- Pisahkan aliran dapur (ke grease trap) dan laundry (ke ekualisasi) karena karakternya berbeda dari limbah kamar.
- Hitung debit limbah sekitar 80% dari pemakaian air, dengan faktor puncak pagi hari saat tamu mandi dan check-out.
- Siapkan cadangan untuk hunian penuh dan rencana penambahan kamar atau fasilitas.
Contoh perhitungan
- Jumlah kamar
- 80 kamar
- Pemakaian air musim ramai
- 40 m³/hari
- Debit limbah (80%)
- 32 m³/hari
- Kapasitas IPAL dipilih
- ± 40 m³/hari
Contoh ilustrasi, bukan desain. Kapasitas final ditentukan setelah survei dan pengecekan data pemakaian air.
Proses
Tahapan ProsesPengolahan
Rangkaian unit yang dilalui air limbah pada sistem IPAL Hotel, dari masuk hingga siap dibuang.
Grease trap dapur
Minyak dan lemak dari dapur ditangkap lebih dulu; tanpa tahap ini lemak melapisi media biofilter dan menurunkan kinerja seluruh sistem.
Ekualisasi gabungan
Menyatukan limbah kamar, dapur, dan laundry pada debit yang stabil meski tingkat hunian berubah antar musim.
Anaerob
Menurunkan beban organik dari dapur dan kamar sebelum aerasi.
Aerob
Aerasi menyelesaikan penguraian organik dan menurunkan amoniak serta bau.
Filtrasi dan disinfeksi
Menurunkan kekeruhan dan mikroorganisme. Efluen yang sudah diolah sering dimanfaatkan kembali untuk penyiraman taman.
Baku mutu
Target KualitasEfluen
Sistem dirancang agar air hasil olahan memenuhi baku mutu air limbah domestik sesuai Permen LHK No. P.68 Tahun 2016. Baku mutu daerah dapat menetapkan angka yang lebih ketat.
| Parameter | Satuan | Baku mutu |
|---|---|---|
| pH | — | 6,0 – 9,0 |
| BOD | mg/L | maks. 30 |
| COD | mg/L | maks. 100 |
| TSS | mg/L | maks. 30 |
| Minyak & Lemak | mg/L | maks. 5 |
| Amoniak | mg/L | maks. 10 |
| Total Coliform | MPN/100 mL | maks. 3.000 |
Alur kerja
ProsesPemesanan
Konsultasi & data awal
Anda kirim jenis usaha, jumlah pengguna atau pemakaian air, dan lokasi. Kami hitung kapasitas awal.
Survei lokasi
Tim teknis mengecek lahan, jalur pembuangan, muka air tanah, dan akses kendaraan pengiriman.
Desain & penawaran
Skema proses, dimensi tangki, dan daftar komponen disusun menjadi penawaran tertulis.
Produksi di pabrik
Tangki FRP difabrikasi di pabrik Kosambi, Tangerang, lalu dikirim siap pasang.
Instalasi & uji
Pemasangan di lokasi, commissioning, lalu serah terima unit beserta panduan perawatannya.
FAQ
Pertanyaan SeputarIPAL Hotel
Apakah IPAL hotel menimbulkan bau di area tamu?
Sistem tertutup dengan aerasi yang berjalan normal tidak menimbulkan bau menyengat. Bau umumnya muncul ketika blower mati, grease trap tidak pernah dikuras, atau beban jauh melebihi kapasitas desain.
Bisakah air hasil olahan dipakai ulang?
Air hasil olahan yang memenuhi baku mutu umumnya dimanfaatkan kembali untuk penyiraman taman atau air pendingin. Untuk penggunaan yang bersentuhan dengan tamu diperlukan tahap pengolahan lanjutan dan kajian tersendiri.
Bagaimana pengaruh tingkat hunian yang naik turun?
Bak ekualisasi berperan meredam fluktuasi ini. Saat hunian rendah dalam waktu lama, aerasi tetap dijalankan agar populasi bakteri tidak mati dan sistem siap ketika hunian kembali penuh.
Apakah limbah laundry hotel bisa langsung masuk IPAL?
Sebaiknya melalui ekualisasi terlebih dahulu. Deterjen dan pemutih dalam konsentrasi tinggi bersifat menekan bakteri, sehingga aliran laundry perlu diencerkan dan diratakan sebelum bergabung dengan aliran utama.
Berapa kapasitas IPAL untuk hotel 80 kamar?
Tergantung kelas hotel dan fasilitasnya. Hotel dengan restoran, laundry sendiri, dan kolam renang memakai air jauh lebih banyak per kamar. Kirimkan data pemakaian air saat musim ramai agar perhitungan tidak meleset.
Di mana sebaiknya IPAL hotel ditempatkan?
Jauh dari area tamu dan arah angin dominan, idealnya ditanam di area servis. Unit FRP tertutup rapat sehingga bau dapat dikendalikan bila ventilasinya dirancang dengan benar.
Jangkauan
IPAL Hoteldi Kota Anda
Kontak
Butuh IPAL Hoteluntuk proyek Anda?
Kirimkan kebutuhan kapasitas dan kondisi lokasi Anda. Tim teknis kami akan membantu menentukan spesifikasi dan menyiapkan penawaran.


